Pembersihan Wihara

,

CMS TokoDesain...

Pringsewu (11/2/2018). Wihara Bodhicitta merupakan wihara yang terletak di kabupaten Pringsewu tepatnya di Jalan Melati 1 No 132 Pringsewu Timur. Umat Wihara Bodhicitta mayoritas merupakan keturunan Tionghoa, sehingga sebagian besar umat merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek memiliki ciri khas atau tradisi dengan ditandai dengan adanya bagi-bagi angpao.

 

Akan tetapi, tradisi di Wihara Bodhicitta memiliki perbedaan kebiasaan dan memiliki ciri khas yang sejalan dengan kebiasaan Buddhisme. Kebiasaan tersebut adalah membersihkan altar wihara. Hal tersebut telah dilakukan oleh umat Buddha Wihara Bodhciitta dan peserta KKN STIAB Jinarakkhita (Minggu, 11 Februari 2018) sesuai dengan tradisi yang berjalan di Wihara Bodhicitta.

 

Pembersihan altar dilakukan dengan ritual yang sederhana, dimulai dengan melakukan puja bakti bersama yaitu dengan membacakan paritta-paritta dan dipimpin langsung oleh peserta KKN STIAB Jinarakkhita. Puja bakti berjalan hening selama kurang lebih 20 menit. Kegiatan puja bakti tak lain memiliki tujuan untuk memberikan penghormatan kepada para Buddha dan Bodhisattva Mahasattva dan menanamkan sugesti dalam pikiran sebagai wujud meminta ijin melakukan kegiatan pembesihan altar Wihara Bodhicitta.

 

Setelah kegiatan puja bakti selesai, pembersihan altar dimulai dengan menurunkan persembahan kemudian dilanjutkan dengan menurunkan rupang-rupang Buddha dan Bodhisattva yang memiliki ukuran kecil. Rupang-rupang tersebut tetap dibersihkan di ruang baktisala. Untuk rupang yang memiliki ukuran yang besar seperti Rupang Buddha Sakyamuni, Rupang Ti Chang Wang Pusha dan Rupang Kwan Yin Pusha tetap berada dialtar. Pembersihan rupang-rupang tersebut dilakukan oleh peserta KKN STIAB Jinarakkhita dan beberapa umat Buddha Wihara Bodhicitta naik ke altar untuk membersihkan.

 

Pembersihan altar juga dilakukan di altar yang berada didepan pintu utama yaitu altar Bodhisattva Maitreya (Mi Le Pusha). Pembersihan altar dan rupang-rupang dilakukan dengan penuh penghormatan, hal tersebut dapat dilihat bahwa pembersihan menggunakan air yang telah diberikan beberapa bunga-bunga pilihan yang memberikan aroma harum.

 

Kegiatan pembersihan altar berlangsung selama 3 jam 30 menit, tepatnya dimulai dari pukul 13.00 dan selesai pukul 15.30 WIB. Dari serangkaian proses pembersihan yang telah dilakukan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan menambah keyakinan umat Buddha Wihara Bodhicitta terhadap Buddha Dhamma dan Sangha. Kegiatan-kegiatan semacam ini tentunya memiliki kebermaknaan bahwa umat Buddha senantiasa merawat rumah ibadah dan merawat keberlangsungan sarana dan prasarana puja bakti. Dengan demikian, hal tersebut akan membantu menjaga kenyamanan umat Buddha ketika melakukan puja bakti.

 

Selain itu, ditinjau dari kebermaknaan esensi dari ajaran Buddha bahwa kegiatan ini juga dapat dijadikan sebuh perenungan terhadap inti ajaran Buddha yaitu “Janganlah Berbuat Jahat, tambahlah kebajikan. Sucikan hati dan pikiran. Inila inti ajaran para Buddha”. Pembersihan altar tidak hanya sebagai tradisi semata melainkan sebagai kegiatan yang mengingatkan akan penting mempelajari dan mempraktikan ajaran Buddha untuk dapat membersihkan batin dan pikiran dari kekotoran batin.



Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image