STIAB Jinarakkhita juarai PKM KC

,

Bandar Lampung. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita menjuarai lomba Pengembangan kreativitas mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) pada  kegiatan Mahaniti Loka Dhamma Tingkat Nasional VI 2018 Di Hotel Putri Duyung Ancol Jakarta, 17 s.d 21 April 2018. PKM KC yang menjadi unggulan tim ini adalah Buddhis digital education, yaitu sebuah aplikasi yang bertujuan untuk memberikan kemudahan umat Buddha dalam belajar Dhamma. Umat akan dengan mudah dapat belajar Dhammapada tanpa membawa buku. Selain itu dalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan paritta, sutra, mantra sehingga kemanapun kita pergi akan tetap bisa melakukan pujabhakti tanpa harus membawa bukunya. Aplikasi ini berbasis android yang dapat di download melalui playstore secara gratis. Tim Yl. Kondana berhasil mengalahkan tim dari kampus lain sehingga berdasarkan hasil penilaian dewan juri Buddhis digital education ini layak menjadi juara I.

 

Mahaniti Loka Dhamma merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan dua tahun sekali oleh Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI dengan tujuan untuk meningkatkan keyakinan, kerukunan, budaya akademis, wawasan berbangsa dan bernegara serta pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk mencapai taraf kreativitas dan inovasi yang berlandaskan sains dan teknologi. Tema yang diusung dalam kegiatan tahun ini adalah “Tumbuh Berkembang dan Berinovasi“.

 

Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita, dalam ajang ini memperoleh juara 1 dan Harapan 2 Pengembangan kreativitas mahasiswa karya cipta (PKM-KC), Harapan 1 Pengembangan kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat (PKM-M), dan Harapan 2 Pengembangan kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K).

 

Ketua kontingen yang juga ketua STIAB Jinarakkhita, Bapak Wandi, M.Si., M.Pd.B menjelaskan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita mengirimkan perwakilan sebanyak 27 peserta dan 5 dosen pendamping. “Jumlah piala yang diperoleh bukanlah target utama kami, tapi memberi kesempatan yang luas kepada mahasiswa untuk berkiprah adalah sasaran utama kami. Karena setelah kegiatan ini, kami mengharapkan seluruh mahasiswa kami untuk mengembangkan lebih lanjut apa yang sudah dibuat. Tidak berhenti sampai disini saja” tuturnya.

 

Sementara itu Kaprodi Dharma Acarya, Komang Sutawan menjelaskan bahwa apa yang dicapai ini adalah jerih payah dan kerja seluruh tim dan dosen pembimbing. “Kalah dan menang sudah biasa dalam sebuah kompetisi. Dan kami cukup bangga dengan apa dicapai tahun ini. Semoga dua tahun lagi STIAB Jinarakkhita dapat menampilkan karya-karya yang lebih spektakuler” imbuhnya. [Arie]



Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image