Mudita cita

,

Bandar Lampung – Sabtu (19/11/2016) merupakan momen yang sangat spesial bagi umat Buddha seluruh Indonesia. Umat Buddha, organisasi-organisasi Buddha seperti MBI, WBI, Wulan Bahagia, Sekber PMVBI, dan lainnya yang berasal dari pusat maupun daerah, berbondong-bondong untuk menghadiri undangan 30 tahun pengabdian YM.Bhiksu Nyanamaitri Mahasthavira.

 

Animo umat Buddha begitu besar. Hal ini ditandai dengan jumlah umat Buddha yang datang diluar dugaan sehingga gedung Graha Wangsa yang besarpun tidak cukup untuk menampung. Kendati demikian antusias, dan semangat umat Buddha yang datang tidak luntur begitu saja.

 

YM.Bhiksu Nyanamaitri dalam pidatonya menjelaskan bahwa “kegiatan ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur, karena telah memperoleh berkah umur panjang, kesehatan, kekuatan, serta kesabaran di dalam proses pengabdian 30 tahun kebhikuan.” Beliau menambahkan “Semoga dengan kegiatan syukuran ini, semakin menambah keyakinan serta kebijaksanaan dalam diri, rendah hati, tetap mengabdi dan berkarya dan meneruskan cita-cita YM.Bhiksu Ashin Jinarakkhita Mahasthavira, Seorang pelopor kebangkitan Agama Buddha Indonesia.

 

Dalam acara tersebut Suhu berpesan bahwa: “setiap orang harus memiliki jiwa pengabdian”. Tentukan dengan menjalankan dan mengamalkan semangat Buddhayana. Bila melihat pelangi yang begitu indah, sesungguhnya terdiri dari perpaduan warna yang berbeda, begitu pula dengan ajaran Buddha yang begitu indah, terdiri dari perpaduan tradisi yang kini berpadu dalam semangat Buddhayana.

 

Jika diri sendiri benar, keluarga akan benar, masyarakat akan benar, bangsa akan menjadi benar. Dalam hidup harus saling berbagi, saling perduli, sayang pada yang muda, hormat, bakti, taat dan setia kepada yang tua, harmoni dalam bhineka, melangkah maju dengan metta karuna, bersama menciptakan kebahagiaan dalam pikiran, ucapan dan perbuatan.

 

Acara diisi dengan parade kebhinekaan dengan tampilan pakaian adat yang berasal dari 25 propinsi di Indonesia. Selain itu, terdapat drama yang mengisahkan perjalanan hidup Suhu dari sebelum menjadi Samanera hingga menjadi Bhiksu hingga sekarang. Kemudian ditampilkan pula kesan dan pesan dari masing-masing tokoh umat Buddha yang berasal dari 25 propinsi yang dikemas dalam video yang menarik.     

 

Penyanyi Buddhis dari Jakarta turut serta mengisi dan meramaikan acara tersebut. Tampil pula tari seribu tangan, atraksi tambur, dll. Memang kegiatan yang langka ini mendapatkan simpati dari umat Buddha seluruh pelosok negeri. Suhu Nyanamaitri Mahasthavira dikenal baik oleh seluruh umat Buddha dari seluruh Indonesia termasuk Papua.

 

Karena kecintaan umat Buddha terhadap Suhu, semua bersatu dalam hati, dan selalu berdoa; semoga suhu senantiasa mendapatkan perlindungan dari Sanghyang Adi Buddha, para Buddha Bodhisattva Mahasattva, memperoleh berkah usia panjang, kekuatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Semoga Suhu dapat memberikan pencerahan bagi umat Buddha seluruh pelosok tanah air, membawa kebahagiaan, menjadi penerang dalam kegelapan. Semoga Suhu, dapat menjadi teladan bagi murid-muridNya, menjadi teladan dalam semangat, mengabdi dengan hati, dalam melestarikan dan mengembangkan Buddha Dharma di bumi pertiwi Indonesia tercinta.

 

Selamat hari berkelanjutan Suhu. Ayu Vanno Sukkham Balam. (kom)



Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image