Pindapata, Memberi kesempatan untuk Berdana Kepada Anggota Monastik

,

Berdana atau memberikan Persembahan kepada sesama Manusia salah satu Esensi Ajaran Agama Buddha, ini merupakan bentuk Nyata dari Ajaran Cinta Kasih. Dalam agama Buddha, berdana Tidak harus selalu menggunakan materi, memberikan Ide dan gagasan, membantu dengan Tenaga juga merupakan salah satu bentuk berdana. Seperti acara yang diadakan oleh Mahasiswa dan Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Bandar Lampung Tahun 2018/2019.

 

Mereka Mengadakan acara Pindapata yang tujuanya adalah memberikan kesempatan kepada Umat Buddha, Khususnya umat Buddha di Lampung Timur untuk meberikan Persembahan atau Dana kepada para anggota Monastik. Acara yang diadakan pada tanggal 13 Januari 2019 ini dihadiri oleh delapan Vihara yang ada di Lampung Timur yaitu Vihara Buddha Tri Ratna, Vihara Dhammadana, Vihara Buddha Dipa Asri, Vihara Dharma Magga, Vihara Buddha Dipa, Vihara Buddha Dipa Nugraha, Vihara Buddha Traya, dan Vihara Buddha Hrdaya selaku Tuan Rumah acara ini.

 

Acara yang dihadiri oleh Enam Monastik, ini dimulai pada pukul 07.00 WIB, dengan acara Pindapata dimana anggota monastik berjalan dengan membawa Pata (Mangkuk yang dibuat Khusus untuk para Bhikkhu dan Bhikkhuni) kemudian para umat Buddha Mempersembahkan dana ke dalam Pata Yang dibawa oleh Para anggota Monastik. Dana yang diberikan berupa Makanan, Peralatan Mandi dan Obat-obatan. Setelah acara Pindapata Selesai kemudian dilanjutkan dengan Puja Bakti Bersama di Vihara Buddha Hrdaya desa Purwosari, Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur. kemudian di sambung dengan Ceramah Dharma yang di sampaikan oleh Samanera Tejo Ismoyo, yang berisi tentang Pengertian dan Sejarah Pindapata.

 

Samanera Riski Saputra, Selaku Ketua Tim KKN kelompok Tiga menjelaskan bahwa acara yang dihadiri oleh lebih dari seratus Umat Buddha dari delapan Vihara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada umat Buddha Lampung Timur untuk Berdana kepada anggota monastik. Tujuanya juga untuk mempererat Tali Persaudaraan antara umat Buddha satu dengan lainya, karena kerukunan adalah salah satu kunci utama untuk membentuk Umat Buddha yang Toleransi inter umat beragama. Selain itu juga bertujuan untuk mempraktikan Wujud Cinta Kasih secara nyata dengan berbagi Kebaikan kepada sesama. (Tejo Ismoyo)



Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image