Kuliah Umum Lintas Agama

,

BEM STIAB Jinarakkhita mengadakan kegiatan kuliah Umum Lintas Agama dengan Tema “Meningkatkan Cinta Kasih dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menjaga NKRI” pada Jumat (4/10/2019) di Hall STIAB Jinarakkhita. Hadir sebagai pembicara Dr. Ponijan Liaw, M.Pd., CPS. IPSA, seorang praktisi Buddhis dan komunikator, juga sebagai Presiden IPSA (Ind. Professional Speakers Association) membawakan materi dengan judul Cinta Kasih, Tolerasi, dan NKRI Dalam Pandangan Agama Buddha. Dr. H Sudarman, M.Ag. Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung yang membawakan materi dengan judul Cinta Kasih dan Toleransi Dari Perspektif Islam, dan pembicara ketiga yaitu Teguh Samiadi, S.Ph., M.Si dosen dari STAH Lampung yang membawakan materi dengan judul Meningkatkan Cinta Kasih dan Toleransi Untuk Menjaga Keutuhan NKRI Dalam Perspektif Hindu, dan bertugas sebagai moderator yaitu Tupari, S.Ag., MM., M.Pd.B.

 

Dalam paparannya, masing-masing pembicara menjelaskan bahwa dalam ajaran semua agama ditemukan adanya ajaran tentang cinta kasih dan toleransi antar umat beragama, tidak ada yang mengajarkan untuk tidak saling asah, asih, dan asuh dalam hubungannya dengan sesama  manusia.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh civitas akademika, Pembimas Buddha Provinsi Lampung Drs. Suyitno, Ketua Yayasan Buddhayana Vidyalaya YM. Suhu Nyana Maitri Mahasthavira dan bhikkhu Sangha, Tamu undangan dari UIN Radin Intan Lampung, BEM STAH Lampung, UKM Buddha Dharmajaya, UBL, Perwakilan Wanita Buddhis Indonesia Provinsi Lampung, dan sebagainya.

 

Ketua Panitia Kuliah Umum, Lili Ermawati menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa lintas agama supaya dapat mengedepankan persatuan dan kesatuan, serta cinta kasih dan musyawarah untuk menyelesaikan setiap permasalahan. “Kami mengharapkan melalui kegiatan ini kita semua sebagai generasi muda dapat bersatu padu menjaga NKRI ini tanpa harus tersekat oleh agama dan perbedaan yang ada” tuturnya dalam sambutannya. Hal senada juga disampaikan oleh Pembimas Buddha dan Ketua yayasan Buddhayana Vidyalaya dalam sambutannya.

 

Kegiatan yang dilaksanakan selama sehari tersebut berjalan dengan semarak dan antusiasme yang tinggi dari peserta kegiatan. Pada akhir kegiatan modetor mengajak kepada semua peserta kuliah umum bahwa kerukunan dan perdamaian merupakan dambaan dari setiap manusia, apapun agamanya. Karena esensi kerukunan dan toleransi terlepas dari ikatan dikotomi agama. Semua agama mengajarkan pentingnya cinta kasih dan toleransi, akan tetapi ajaran agung ini tidak akan berarti jika setiap manusia tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sudah selayaknyalah kita sebagai kaum cendikiawan dan agamis untuk dapat menjadi garda terdepan mengembangkan cinta kasih dan membina kerukunan demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini. (Arie)



Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image